Sabtu, 19 November 2016

Mengkultur Green Water atau Micro Algae

Green Water atau micro algae adalah kultur aquatic pertama saya di rumah, dengan memanfaatkan kondisi rooftop kultur green water akhirnya dalam waktu 4 bulan saya berhasil mendatangkan micro algae tanpa menggunakan starter micro algae, walaupun pada 4 bulan pertama micro algaenya kurang pekat dan mengandung banyak sedimen / endapan, tapi setelah 4 bulan itu saya terus berusaha mendapatkan hasil yang maksimal yaitu micro algae yang bebas sedimen / endapan dan warna hijau yang pekat (tidak tembus cahaya)

Dengan mempelajari kandungan air dan nutrisi yang di perlukan untuk kultur Green Water akhirnya saya memahami bahwa green water dari jenis Cyanobacteria ini membutuhkan banyak unsur N P dan K.

Berikut adalah awal setup kultur green water:
Dengan memanfaatkan botol-botol seadanya dan sumber air dari aquarium berharap kultur ini dapat berhasil, ternyata tidak semudah itu. Kultur pada gambar di sebelah hanya bertahan atau crash setelah hari ke 4, warna hijau yang kurang pekat dan setelah di tes ke daphnia hanya 3 hari saja daphnia bertahan hidup, bahkan kultur daphnia berubah menjadi kultur cyclopoida atau copepod

Seiring waktu berjalan saya sempat hentikan kultur green water ini tapi kembali dengan melihat kondisi rooftop yang di abaikan sangat di sayangkan jika rooftop yang kondisinya terang dan panas ini tidak di manfaatkan, lalu saya coba lagi mengkultur dengan setup yang berbeda.



Sempat berpikir mungkin pada kultur sebelumnya terlalu terburu-buru dalam mengkondisikan sumber air atau mungkin karena kurangnya unsur N, P dan K, tapi saya tetap terus mencoba setiap hari.




Pada kali ini saya mencoba memindahkan botol-botol kultur ini ke tempat yang agak teduh, dilihat dari warnanya agak sedikit hijau terang walaupun lebih terlihat kuning (sedang mengarah ke crash)


 
Pada kultur kali ini saya memindahkan kembali botol-botol kultur ke tempat yang lebih panas dan langsung terkena sinar matahari, dengan menggunakan 2 mesin aerator menunjukkan bahwa gelembung yang kuat juga mempengaruhi proses kultur green water




Kultur green water yang semakin menunjukkan hasilnya, lalu saya mencoba memperbanyak botol kultur dan menambah mesin aerator menjadi 4 mesin.




Ini adalah final uji coba kultur green water, menunjukkan hasil yang sempurna di tempuh pada bulan oktober 2016, sumber air bukan lagi dari akuarium tapi sumber air telah di kondisikan seperti air bekas akuarium yang disimpan pada ember besar.

Hasil panen green water, bersih, bebas sedimen atau endapan algae

Hasil panen sangat pekat dan tidak tembus cahaya matahari

Hasil panen di simpan di kulkas dapat bertahan 1 bulan

Dengan mengkultur Green water setiap hari saya dapat memanen 3 liter perhari dan saya simpan di kulkas pada suhu -10 derajat celcius sebagai stok cadangan jika terjadi crash.

1 komentar: